 |
|
 |
 |
 |
ARTICLE
» back to list |
|
Ranting Yang Berbuah-Buah dan yang Tidak Berbuah-Buah
By Dr. Paul Sene
|
Zaman ini banyak orang pergi ke gereja hanya untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai seorang Kristen. Sesungguhnya Allah menginginkan lebih dari itu, karena kekeristenan itu adalah persekutuan kita secara pribadi dengan Allah, hari demi hari. Artinya saat kita bersekutu dengan-Nya setiap hari, kita menjadi semakin dengan-Nya.
Allah merindukan untuk semua umat-Nya datang bersekutu dengan-Nya, menikmati hadirat-Nya dan berkat-berkat-Nya. Semakin dalam kita mengenal-Nya melalui firman-Nya, semakin dalam pula iman percaya kita di dalam Dia, sehingga kita dapat menerima janji-janji-Nya secara sepenuhnya. Allah ingin kita menjadi dewasa didalam Dia. Tetapi kedewasaan rohani itu tidak diukur dari berapa lamanya kita lahir baru ataupun melayani Tuhan, melainkan sampai sejauh mana kita bertumbuh di dalam Tuhan, baik didalam firman-Nya maupun didalam karakter kita.
Kita tidak dikenal dari berapa hebatnya kita bernubuat ataupun berapa luar biasanya kita dipakai Tuhan. Kehidupan kita yang tidak berbuah-buah, akan membuat semua karunia-karunia itu menjadi sia-sia saja atau tidak berguna. Jika kita memang benar-benar pengikut Kristus, dimana kita menjadikan Dia sebagai pemimpin kita, maka seharusnya dunia dapat melihat Kristus didalam kita, yaitu melalui buah-buah dari kehidupan kita. Dengan mempelajari kehidupan Raja Saul dan Raja Daud, kita akan mengerti bagaimanakah seharusnya kehidupan seorang Kristen yang benar.
I Samuel 8: 5-10, 18-22
5 dan berkata kepadanya: “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.”
6 Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
7 TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
8 Tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain, demikianlah juga dilakukan mereka kepadamu.
9 Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka.”
10 Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,
18 Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.”
19 Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami;
20 maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.”
21 Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN.
22 TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.” Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: “Pergilah, masing-masing ke kotanya.”
Memang benar bahwa Allah menjawab permohonan bangsa Israel, tetapi Allah mengabulkannya didalam kegeraman-Nya. Hosea 13:11, “Aku memberikan engkau seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam gemas-Ku.”
Melihat bangsa-bangsa lain di sekelilingnya mempunyai raja, bangsa Israel juga ingin mempunyai seorang raja juga, karena hakim Yoel dan hakim Abia (anak-anak Samuel) tidak hidup seperti ayahnya, Samuel. Tanpa mereka sadari bukan hakim-hakim Tuhan yang mereka tolak, tapi kepemimpinan Yehovah Allah yang mereka tolak. Mereka lupa kedahsyatan Allah dimana Allah telah menuntun mereka keluar dari Mesir, Mereka tidak dapat melihat bahwa meskipun mereka tidak dipimpin oleh seorang raja secara jasmani, namun mereka memiliki Allah yang sanggup melakukan segalanya, bahkan lebih dari pada kebutuhan mereka. Meskipun Samuel telah memperingatkan mereka atas akibat-akibatnya, namun mereka tetap bersikeras dalam mempertahankan keinginan mereka. Akhirnya Allah mengabulkan keinginan mereka, meskipun itu tidak didalam kehendak-Nya yang sempurna bagi bangsa Israel.
Apa yang kita doakan ataupun inginkan belum tentu sejalan dengan firman Tuhan atau sesuai dengan kehendak Tuhan bagi kita. Allah tahu apa yang terbaik dan yang dibutuhkan oleh umat-Nya, karena Dialah sang Pencipta. Tetapi jika kita memaksakan keinginkan kita pada-Nya, maka akhirnya Allah akan memberikan keinginan kita meskipun Dia tahu bahwa hal itu bukanlah yang terbaik bagi kita.
Waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka mengeluh kepada Musa karena mereka mengatakan lebih baik bagi mereka mati di Mesir sebagai budak.
Keluaran 16: 3 & 4
3 dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”
4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
Setelah Tuhan memberi manna, mereka masih belum puas, mereka minta daging dan Tuhan mengirimkan burung puyuh untuk mereka makan.
Bilangan 11:12, 31-33
12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
31 Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi.
32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu—setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer—,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan.
33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
Disini kita lihat dengan jelas sekali bahwa memang benar Tuhan memberikan apa yang mereka inginkan tetapi mereka tidak dapat menikmati berkat itu selamanya.
Mazmur 106:15
Diberikan kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya kekurusan/ kekeringan dalam jiwa mereka (NKJV)
Kekeringan dalam jiwa mereka artinya mereka menderita atau pada zaman sekarang saudara barangkali tidak melihat orang tersebut disambar kilat langsung dari langit tapi secara rohani mereka mati perlahan-lahan karena sudah keluar dari kehendak Allah, yang pada akhirnya saudara dapat melihat mereka mengalami kehancuran secara jasmani. Seluruh generasi yang keluar dari Mesir mati di padang gurun, hanya generasi yang baru, generasi Yosua yang dapat masuk Kanaan.
Allah menginginkan kita sebagaimana yang telah Dia recanakan bukan seperti yang kita atau orang lain inginkan bagi kita. Tidak ada salahnya mempunyai seseorang untuk dipanut atau menginginkan kesuksesan seperti pakar-pakar iman sebelumnya, tetapi jangan menirunya l00%. Hamba-hamba Tuhan, janganlah saudara menginginkan seperti gereja-gereja lain atau menjadi seorang hamba Tuhan yang sukses karena mau dipandang oleh orang-orang di sekeliling saudara. Tetapi menjadilah seperti apa yang Tuhan inginkan,unik dimata-Nya. Ijinkan Tuhan mewujudkan rancangan-Nya di dalam kehidupan saudara, sehingga suatu hari kelak Dia bisa membanggakan rancangan-Nya di hadapan semua makhluk.
Saudara harus mengambil keputusan untuk diri saudara sendiri, jangan selalu membuat orang lain mengambil keputusan. Saudara harus tahu apa kehendak Tuhan bagi diri saudara. Jika saudara tidak dapat mendengar Tuhan, lebih baik jangan mendengar suara-suara orang lain terlebih dahulu. Tetapi berbalik dan bertekuk lutut mencari wajah Tuhan, berdoa, membaca dan merenungkan firman-Nya sampai Dia memberikan petunjuk. Kita harus merasa pasti atas hal itu terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Tuhan tidak pilih kasih. Siapa saja yang memanggil-Nya, maka Dia akan menjawab dengan cara-Nya sendiri. Jika kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, Tuhan pasti akan menjawabnya atau membuka jalan supaya ia tahu apa rencana-Nya ataupun kehendak-Nya baginya. Sama seperti Kornelius, dia bukan bangsa Israel tetapi dia takut akan Allah, hidup saleh dan suka memberi. Suatu hari malaikat Tuhan datang menyuruhnya untuk menjemput Petrus. Pada waktu yang bersamaan Tuhan juga memberi visi kepada Petrus. Petrus menceritakan pada seisi rumah Kornelius mengenai Yesus. Dan waktu Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus memenuhi mereka semua sehingga membuat mereka maupun orang lain tercengang karena Roh Kudus juga dicurahkan pada bangsa lain (Kisah Para Rasul 10).
Kadangkala orang Kristen menggunakan firman Tuhan sebagai senjata untuk melawan saudara seiman. Begitu banyak pendapat maupun terjemahan, tetapi hanya satu pendapat yang benar dan terbaik bagi saudara yaitu
pendapat Tuhan.
Jangan memaksa tangan Tuhan karena murka Tuhan turun dapat turun di atas saudara. Kelihatannya Allah memenuhi keinginan saudara, sama seperti bangsa Israel ini, tetapi kenyataannya Dia memberikannya didalam kegeraman-Nya. Dia memang memberi saudara apa yang saudara minta, tetapi saudara juga harus menanggung seluruh konsekwensinya. Saudara berkata, “Ah, itu semua hanya dalam perjanjian lama sekarang kita hidup dalam Perjanjian Baru, zaman anugerah Yesus!”. Benar kita semua hidup dalam zaman anugerah, tetapi Tuhan tidak meniadakan Perjanjian Lama, Tuhan Yesus datang untuk menggenapi semua hukum Taurat maupun Perjanjian Lama. Kita dapat mempelajari kegagalan dan kesuksesan hamba-hamba Tuhan supaya kita tidak mengikuti kesalahan mereka, melainkan mengikuti jejak kesuksesan mereka.
Ini adalah perbedaan tanda-tanda yang diberikan Tuhan ketika ia menobatkan Saul maupun Daud sebagai raja.
Penobatan Saul sebagai raja, I Samuel 10:1-6, 9-11, 21 – 24
1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?
3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur.
4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka.
5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.
6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.
9. Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.
10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.
11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?”
21 Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan.
22 Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: “Apa orang itu juga datang ke mari?” TUHAN menjawab: “Sesungguhnya ia bersembunyi di antara barang-barang.”
23 Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya, ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.
24 Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: “Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja!”
Penobatan Daud sebagai raja, I Samuel 16: 1, 5 - 7,
& 10-13
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
5 Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.
6. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”
7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”
11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”
12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Yang pertama adalah dimana Samuel mengurapi Saul dengan minyak dari sebuah buli-buli (botol). Buli-buli adalah buatan manusia. Ini menggambarkan bahwa Saul adalah keinginan manusia dan usaha dari manusia untuk dinobatkan menjadi raja. Sedangkan Daud diurapi dengan minyak yang ditempatkan didalam tanduk domba jantan. Tanduk tersebut adalah ciptaan Tuhan. Di sini menggambarkan bahwa Tuhanlah sendiri yang telah memilih Daud sebagai raja.
Yang Kedua, setelah itu Saul menjumpai tiga orang laki-laki yang membawa tiga ketul roti tetapi mereka hanya memberikan dua ketul roti pada Saul. Mereka hanya memberikan dua ketul roti yang artinya Saul hanya bergerak dengan tubuh dan jiwa, oleh sebab itu dia hanya dapat masuk ke dalam bagian kedua dari bait Allah (Pelataran, tempat Kudus) dan Saul tidak dapat masuk sampai ke Tempat Mahakudus (Bagian dimana tabut Allah itu berada dan dimana orang-orang tertentu saja yang dapat memasukinya seperti Musa). Sedangkan waktu Daud di urapi Samuel, Samuel mempersembahkan korban bakaran terlebih dahulu. Ini menggambarkan, di dalam hadirat Tuhan, Daud di urapi sebagai raja bangsa Israel. Jika saudara memaksa tangan Tuhan, saudara akan mendapatkan apa yang saudara inginkan tetapi saudara tidak akan dapat masuk Ruang Maha Kudus.
Saudaraku yang kekasih, saya tidak mau masuk sampai ruang Kudus saja, tetapi setiap hari saya mau masuk sampai ruang Mahakudus, dimana saya bisa menikmati hadirat-Nya selalu dan mendapatkan berkat yang terbaik yang Dia telah sediakan bagi saya untuk selamanya.
Yang Ketiga, waktu Saul meninggalkan Samuel, Tuhan memberikan Saul hati yang lain. Saul dapat bernubuat seperti nabi-nabi yang lain, namun ini tidak berarti bahwa ia adalah seorang nabi.
Waktu saudara bertindak dalam karunia-karunia rohani tidak berarti bahwa Allah menyetujui apa yang saudara lakukan. Di Indonesia (saya pakai Indonesia karena saya berada di Indonesia) terlalu banyak dan terlalu mudah seseorang mengatakan dirinya sebagai hamba Tuhan atau sebagai penginjil. Memang benar bahwa Yesus menyuruh setiap orang yang percaya pada-Nya untuk memberitakan Injil ke segala makhluk dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. (Markus 16:15-18), ayat-ayat ini tidak berarti bahwa setiap orang yang memberitakan injil adalah penginjil atau setiap orang yang mengusir setan adalah hamba Tuhan.
Banyak hamba-hamba Tuhan yang gagal maupun hamba Tuhan yang tidak tahu apa kehendak Tuhan dalam kehidupan mereka. Kurang lebih 7 tahun yang lalu ada seorang hamba Tuhan meninggalkan gereja dan minta saya berdoa baginya karena mendapat dorongan dari Tuhan untuk pergi ke suatu tempat untuk memulai sebuah persukutuan doa yang pada akhirnya mendirikan sebuah gereja. Setelah satu tahun di tempat yang baru, hamba Tuhan ini mengatakan kepada semua domba-dombanya bahwa sekarang Tuhan telah memanggil dia untuk memulai di negara lain. Pertanyaan saya apakah benar hamba Tuhan ini mendengar suara Tuhan? Tuhan bekerja dengan tertib dan teratur. Dia tidak sembarangan meninggalkan domba-dombanya dimana-mana tanpa ada yang mengurusi.
Disamping itu salah satu hal yang paling banyak saya jumpai ialah jika seorang usahawan bertobat banyak sekali orang-orang akan menyuruhnya membuka persekutuan doa atau gereja-gereja, atau langsung akan memberikan jabatan kepadanya sebagai panatua atau pemimpin. Usahawan ini tidak menolak karena baru jatuh cinta dengan Yesus dan ingin benar-benar melakukan sesuatu yang baik untuk Yesus. Namun apakah kehendak Tuhan untuk usahawan ini membuka persekutuan doa atau menjadi panatua? Jika bukan kehendak Tuhan untuk usahawan ini membuka persekutuan doa ataupun menjadi penatua, jiwanya akan mengalami kekeringan. Karena orang ini belum mempunyai banyak pengalaman dalam kegiatan gereja, atau belum dibimbing Roh Kudus, Kristen yang rohaninya masih muda, banyak hal dalam kehidupannya yang perlu diperbaiki seperti sifatnya, mungkin masih mudah tersinggung, belum kuat dalam Tuhan dan masih terombang-ambing karena masalah kecil. Memang benar orang-orang dalam persekutuan doanya diberkati atau gereja dimana dia menjadi penatua diberkati secara jasmaniah tetapi bagaimana dengan rohani pengusaha ini apakah dia mendapat berkat sepenuhnya dari Tuhan. Ingat pelayanan tidak menjamin keselamatan bagi seluruh keluarga saudara. Keselamatan hanya dari anugerah-Nya bukan dari kerja baik saudara.
|
 |
|
 |
|
 |