 |
|
 |
 |
 |
ARTICLE
» back to list |
|
Formula Untuk Sukses
By Dr. Paul Sene
|
Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah
dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang
merayap di bumi.”
Tuhan ingin kita menjadi makmur. Ia menciptakan manusia untuk menjadi sukses
dan produktif, untuk memerintah dan melaksanakan otoritas Tuhan yang benar
di atas dunia. Jika Tuhan menginginkan kita untuk menjadi sukses dan makmur,
lalu mengapa ada beberapa umat Tuhan yang tidak sukses maupun makmur?
Kita lihat kembali pada sejarah bangsa Israel. Mereka meninggalkan Mesir
dengan sebuah janji untuk sebuah tanah yang lebih baik, tanah yang penuh dengan
madu dan susu. Tetapi, kita melihat bahwa mereka berada di padang pasir selama
40 tahun dan mereka tidak dapat menikmati berkat Tuhan. Hanya dua orang dari
generasi yang terdahulu yang masuk ke tanah perjanjian bersama-sama dengan
generasi yang baru.
Mengapa umat Israel membutuhkan waktu yang begitu lama untuk datang ke tanah
Kanaan? Padahal mereka telah berada di atas gunung Horeb. Dan ini hanya membutuhkan
waktu 11 hari untuk mencapai Kanaan, tanah yang telah Tuhan janjikan kepada
mereka, tetapi nyatanya mereka menghabiskan waktu selama 40 tahun lamanya.
Mereka mengembara berputar-putar di padang pasir selama 40 tahun. Karena mereka
tidak taat kepada Tuhan, mereka mengeluh kepada Tuhan. Mereka membunuh takdir
mereka sendiri dengan mengeluh, memprotes dan menggerutu melawan Tuhan. Mereka
melihat kepada hal-hal yang mereka mau dan inginkan. Saudara lihat, ini adalah
hal-hal yang akan menarik saudara ke belakang, bukan ke depan. Ini terjadi
kepada umat Israel.
Di antara Horeb dan Kanaan, ada sungai Yordan. Sekarang Tuhan mengatakan
kepada mereka untuk pergi dan menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke tanah
Kanaan. Sebelum mereka menyeberangi sungai Yordan, mereka terlebih dahulu
harus menghadapi orang-orang Het, Amori, Amon dan banyak lagi suku-suku lainnya.
Melalui hal ini semua, generasi baru dari Israel akan mengalami apa itu peperangan
dan diperlengkapi untuk berperang. Tuhan juga menginginkan mereka untuk belajar
bagaimana caranya untuk berperang dan mempersiapkan mereka untuk memasuki
tanah Kanaan.
Kita mengetahui bahwa Tuhan menjanjikan kita kehidupan yang penuh dengan
kemenangan, kelimpahan maupun berkat. Tetapi, banyak dari mereka yang tersangkut
pada problema yang sama dan sama lagi. Mereka kelihatannya tidak menerima
janji-janji Allah. Tuhan telah memberikan kita sebuah formula sederhana untuk
berhasil dari sejarah Israel. Berapa sering formula ini digunakan di dalam
kehidupan saudara atau itu hanya tergeletak saja di atas meja, sama seperti
Alkitab, yang dibaca hanya pada hari Minggu saja. Hari-hari lainnya Alkitab
tersebut tergeletak di atas meja. Tuhan telah memberikan kita formula ini.
Ini adalah untuk saudara dan saya untuk menjadi berhasil dan makmur. Marilah
kita mempelajari formula ini untuk berhasil langkah demi langkah.
Yosua 1:1-9
1 Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun,
abdi Musa itu, demikian:
2 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah
sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan
Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu,
seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai
besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di
sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti
Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan
membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa
ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka
untuk diberikan kepada mereka.
7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah
hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh
hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung,
ke manapun engkau pergi.
8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah
itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala
yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil
dan engkau akan beruntung.
9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah
kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau
pergi.”
Ayat-ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak akan pernah gagal
terhadap kita. Sewaktu Tuhan memberikan kepada kita jaminan dan keyakinan
seperti ini, lalu mengapa kita harus menjadi takut? Ia mengatakan bahwa Ia
tidak akan pernah meninggalkan kita atau melupakan kita. Dan ini sama seperti
yang Ia katakan juga kepada Musa di dalam buku Keluaran, yaitu saat Musa mengatakan
bahwa ia tidak layak untuk pergi kepada Firaun dan meminta kebebasan Israel
karena ia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang yang tidak mampu untuk melaksanakan
tugas tersebut, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun
dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Lalu firman-Nya: “Bukankah
Aku akan menyertai engkau?” (Keluaran 3:11-12a). Dengan
kata lain Tuhan berkata kepada Musa, “Siapakah engkau itu tidaklah penting,
yang penting adalah Siapakah Aku? Karena Aku yang menyertaimu!”
Kesuksesan kita di dalam hidup adalah berdasarkan kepada kemampuan-Nya dan
bukan kepada kemampuan kita. Kita mungkin saja tidak cukup di dalam banyak
hal tetapi Tuhan yang beserta kita adalah lebih dari cukup. Ia telah memberikan
kepada kita seluruh janji-Nya. Sekarang kita harus mempunyai keyakinan dan
iman di dalam Firman sehingga kita dapat mengalami janji-janji Tuhan.
Karena itu, adalah penting untuk mengetahui, siapa yang menyertai saudara?
Sebelum mengambil tanah perjanjian, tanah apapun yang ingin saudara taklukkan,
saudara harus mengetahui di dalam hati saudara, di dalam diri saudara maupun
di dalam roh saudara, siapakah yang menyertai saudara. Jika saudara tahu bahwa
Tuhan itu beserta saudara, maka saudara akan tahu bahwa kemenangan itu sudah
pasti menjadi milik saudara. Kadangkala saudara tidak menyadari akan hadirat
Tuhan. Saudara lupa bahwa Tuhan yang berada di dalam saudara adalah Tuhan
yang menciptakan dunia ini. Kadangkala saudara tidak tahu bahwa Tuhan memegang
tangan saudara, dan sedang berjalan di samping saudara. Saudara tidak sadar
karena mata rohani saudara belum terbuka, jadi saudara tidak dapat melihat
atau merasakan kehadiran-Nya. Sekali saudara mengetahui Siapa yang menyertai
saudara dan yang hidup di dalam saudara – Yesus Kristus, anak Allah,
maka sudah pasti saudara menjadi seorang pemenang sama seperti Ia yang berkemenangan,
sudah pasti saudara menjadi seorang yang dapat mengatasi segala sesuatu sebagaimana
Ia adalah telah mengatasi segala sesuatunya.
Tuhan sedang mengatakan kepada kita hal yang sama yang dikatakan-Nya kepada
Yosua. Sebagaimana Tuhan itu beserta kita, maka tidak ada seorangpun yang
sanggup untuk menghalangi kita di dalam seluruh masa kehidupan kita. Sewaktu
Tuhan berkata kepada Yosua bahwa Ia akan menyertainya, maka Yosua tahu bahwa
Tuhan menyertainya. Sewaktu ia melihat musuh-musuh dan ‘raksasa-raksasa’,
ia tidak menjadi kecil hati karena Tuhan berkata bahwa ia dapat menjangkau
tempat tersebut, ia dapat melakukannya sekalipun tempat tersebut dipenuhi
dengan “raksasa-raksasa”. Ia tahu bahwa ia dapat melakukan apa
yang Tuhan katakan bahwa ia dapat lakukan. Sikapnya adalah, “Saya tidak
peduli. Saya akan pergi mengambil negeri itu karena saya tahu bahwa Tuhan
menyertai saya.” Sikap kita pun haruslah demikian. Saat saudara menghadapi
situasi apapun, saat saudara melewati keadaan seperti apapun, janganlah melihat
kepada situasi dan keadaan tersebut. Tetapi, berjalanlah dengan roh Tuhan,
dengan janji-janji dari firman-Nya.
Ketika Tuhan menyertai kita, kita tidak perlu takut terhadap apapun. Iblis
tidak dapat melakukan apa-apa kepada kita sewaktu kita berjalan di dalam perbatasan
Tuhan. Ketidaktaatan akan membuat saudara menjadi rentan terhadap serangan
si Iblis. Dosa juga meng-akibatkan hal yang sama. Itu akan membuat saudara
menjadi rentan, mudah diserang oleh Iblis karena saudara telah menyeberangi
perbatasan dari Tuhan dan saudara harus menghadapi akibat dari tindakan saudara.
Adalah baik untuk mengetahui bahwa Tuhan itu beserta kita, bahwa Ia terhubungkan
dengan kita, dan Ia tidak pernah meninggalkan atau melupakan kita. Namun,
pertanyaanya disini , apakah kita terhubungkan dengan-Nya? Menjadi terhubungkan
artinya menjadi terangkaikan. Kita harus terhubungkan dan terangkaikan bersama-Nya
seperti Ia bersama dengan kita.
2 Tawarikh 15:2b
“TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana
kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya,
kamu akan ditinggalkan-Nya.”
Sebelum Tuhan dapat melepaskan kuasa-Nya untuk keuntungan kita, maka kita
haruslah terhubungkan dengan Dia. Kita melakukan hal tersebut dengan menaati
firman Tuhan. Jika saudara tidak mau mengambil Firman yang telah Tuhan berikan
dan melakukan apa yang Ia katakan untuk dilakukan, maka saudara tidaklah dapat
berjalan bersama Dia.
Amos 3:3
“Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?”
Jika Tuhan berkata bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan saudara atau melupakan
saudara tapi saudara sudah merasa ngeri dan takut sebelumnya bagaimana Tuhan
akan bekerja? Sewaktu saudara bertindak atas firman Tuhan, itu berarti saudara
telah setuju dengan Dia dan terhubungkan dengan Dia. Maka Tuhan pun akan bergerak.
Yosua 1:7
“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah
hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh
hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung,
ke manapun engkau pergi.”
Ini adalah firman Tuhan kepada Yosua. Apakah artinya menjadi kuat? Daniel
11:32b berkata bahwa mereka yang mengetahui Allah akan menjadi kuat dan melakukan
hal-hal yang besar. Untuk menjadi kuat, saudara harus mengetahui Tuhan yang
saudara layani, mengetahui diri-Nya secara pribadi. Hanya disaat saudara mengenal
Tuhan dan melakukan firman-Nya, maka saudara akan menjadi mampu untuk berdiri
teguh dan menjadi kuat, serta tidak bimbang.
Menaati firman Tuhan adalah sebuah tindakan keberanian. Adalah satu hal untuk
mengetahui Firman dan hal lainnya adalah untuk melakukan firman Tuhan. Sewaktu
saudara menaati Firman dan percaya kepada Tuhan di dalam segala situasi, berarti
saudara berenang menuju ke hulu. Saudara akan melawan arus dari dunia. Sewaktu
saudara mengikuti dunia artinya saudara menuju ke hilir. Saudara mengalir
bersama dunia dan menuju ke hilir dengan sangat cepat, saudara akan terus
turun, turun dan turun. Di sisi lainnya, mengalir melawan arus, menuju ke
hulu membutuhkan usaha yang besar dan keputusan yang kuat. Di atas segalanya
ini, membutuhkan iman. Saudara harus berenang menuju ke hulu untuk memegang
apa yang telah Tuhan berikan kepada saudara, memegang firman Tuhan, memegang
visi Tuhan bagi saudara. Sementara itu apa yang akan dilakukan oleh si Iblis?
Iblis akan menggoncangkan iman saudara, mengganggu saudara dengan hal-hal
duniawi dan melencengkan visi dan tujuan saudara.
Sekarang Yosua memiliki sebuah visi dan sebuah tujuan untuk memasuki Kanaan.
Ia menghadapi segala kesulitan dan problema-problema. Ia melawan semua musuh-musuh
dan mengalahkan mereka. Ia harus melewati semua hal tersebut. Ia tahu apa
yang telah Tuhan katakan kepadanya bahwa dimanapun ia menjejakkan kakinya,
maka Tuhan akan memberikan tanah tersebut dan Tuhan menyertainya, Ia tidak
akan pernah meninggalkan atau melupakan Yosua. Semua ini adalah kata-kata
yang menguatkan. Iman bertumbuh di dalam diri Yosua karena ia mendengarkan
kata-kata tersebut. Kemudian ia memegang kata iman tersebut dan mulai berjalan
dengan perkataan iman. Sewaktu ia mengaktifkan iman tersebut, ia dapat pergi
dan memasuki tanah Kanaan, membawa serta dengannya generasi yang baru.
Ini membutuhkan sebuah langkah iman, ini membutuhkan sebuah tindakan di dalam
kehidupan saudara untuk menjadi berani, untuk berdiri di atas firman Tuhan
dan tidak tergoyahkan, dimana kebanyakan orang dan keadaan di sekeliling saudara
akan menjerit tidak percaya di telinga saudara. Paulus di Filipi berkata bahwa
ada empat hal yang dapat menghancurkan seseorang: keadaan, orang-orang, hal-hal
dari dunia ini dan kekhawatiran dari hidup ini. Mereka mengambil keberanian
saudara. Mereka mengecilkan hati saudara dan menakut-nakuti saudara. Yosua
tidaklah tergoyahkan oleh keadaan, ataupun oleh musuhnya – “raksasa” atau khawatir dengan tugas untuk membimbing jutaan orang ke Kanaan.
Ia memiliki firman Tuhan, ia mengetahui bahwa Tuhan menyertainya dan ia mempunyai
iman di dalam Tuhan.
Sekali saudara membuat keputusan untuk bertindak di atas firman Tuhan, melangkah
ke depan dengan ketaatan dan mengetahui siapakah yang bersama dengan saudara,
mengetahui bahwa membutuhkan keberanian untuk menuju ke hulu sewaktu keadaan
atau situasi itu tidaklah baik atau tidak kita sukai. Sekarang saudara siap
untuk menggerakkan tiga langkah formula untuk sukses dari Tuhan. Langkah-langkah
yang akan memampukan saudara untuk hidup sebagai seorang penakluk sebagaimana
yang telah Tuhan bentuk bagi saudara.
Yosua 1:8
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah
itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala
yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil
dan engkau akan beruntung.”
Pertama, “Janganlah engkau lupa untuk memperkatakan
kitab Taurat ini.” Kelima kitab pertama dari Alkitab mempersiapkan bangsa
Israel untuk menaklukkan tanah perjanjian. Tuhan memberikan hukum-hukum di
dalam kitab-kitab ini. Kitab ke enam, yaitu kitab Yosua adalah mengenai merebut
tanah perjanjian. Kitab ini merujuk kepada kelima kitab yang pertama. Untuk
kita pada saat ini, semuanya itu adalah firman Tuhan di dalam keseluruhannya.
Kitab ini haruslah hidup bagi saudara di dalam kehidupan saudara. Firman Tuhan
haruslah hidup di dalam saudara, sehingga Firman ini janganlah meninggalkan
mulut saudara. Saudara harus mengucapkan firman Tuhan. Elemen pertama dari
kesuksesan supernatural yang Tuhan berikan pada ayat ini adalah: Ucapkanlah
Firman. Bilamana saudara dapat mengucapkan firman Tuhan? Yaitu saat saudara
mengetahui Firman. Bagaimana saudara dapat mengetahui Firman? Sewaktu saudara
membaca Firman. Hanya disaat saudara membaca atau mempelajari Firman, saudara
akan mengenal Firman dan mampu untuk mengucapkan Firman.
Dengan apakah saudara memberi makan kepada pikiran maupun hati saudara? Apakah
dengan hal-hal duniawi atau hal-hal yang ilahi? Jika saudara mengisi diri
saudara dengan firman Tuhan, maka saudara akan mengucapkan firman Tuhan. Karena
yang diucapkan mulut, meluap dari hati. (Lukas 6:45b). Karena dengan apa saudara
mengisi hidup saudara adalah sangat penting. Ini adalah sama seperti saat
saudara menguangkan sebuah cek di bank saudara. Jumlah yang tertera dalam
cek tersebut, jumlah itulah yang akan saudara dapatkan. Jika saudara tidak
memiliki uang dalam rekening saudara, bagaimana mungkin saudara dapat mengeluarkan
sebuah cek? Itu hanyalah sebuah cek kosong saja. Begitu juga dengan Firman.
Sewaktu tidak ada firman di dalam hati maupun pikiran saudara yang adalah
“bank” saudara, bagaimana mungkin saudara dapat menggunakan “cek
Firman” tersebut? Saudara harus memasukkan firman Tuhan ke
dalam hati maupun pikiran saudara, sehingga hanya firman Tuhan saja yang keluar
dari perbendaharaan hati saudara.
Ulangan 6:7b
“Apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,
apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Kita tidak membicarakan Firman hanya sekali sehari atau hanya kadang-kadang
saja. Cakupan perintah di atas adalah untuk sepanjang waktu. Jadi kita harus
tetap mengucapkan Firman. Sewaktu saudara tetap mengucapkan Firman, saudara
akan tetap bertumbuh di dalam Firman karena saudara mendengarkan Firman sepanjang
waktu. Karena firman Tuhan berkata kepada kita bahwa, “Jadi,
iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
(Roma 10:17)
Beberapa orang merasa susah untuk mengucapkan Firman sebegitu banyaknya karena
mereka belum mengisi hati mereka dengan firman Tuhan. Dan sewaktu kesulitan
itu datang mereka merasa gentar dan, mereka tidak dapat bertindak di atas
firman Tuhan, karena mereka tidak tahu akan firman Tuhan. Jika saudara tidak
memiliki firman Tuhan, saudara menjadi seorang yang lemah. Musuh saudara,
si Iblis akan mudah memangsa saudara.
Minum dan seraplah firman Tuhan di dalam saudara, isilah hati saudara dengan
kelimpahan firman Tuhan, maka mulut saudara akan sejalan dengan firman Tuhan.
Untuk mengubah apa yang keluar dari mulut saudara, saudara harus memusatkan
perhatian saudara kepada Tuhan dan tetaplah berada di sana. Pikirkanlah semua
yang baik dan benar.
Langkah kedua dari keberhasilan adalah, “renungkanlah
itu (firman Tuhan) siang dan malam.”
Untuk merenungkan berarti memikirkannya. Merenungkan firman itu adalah sama
dengan mengunyah Firman. Ini sama seperti seekor sapi yang sedang memamah
rumput. Demikian halnya Firman. Firman harus menjadi daging terlebih dahulu
didalam kita dan meyakinkan kita dan bila saatnya tiba, kita ucapkan Firman
tersebut. Dengan demikian kita mengaktifkan iman kita.
Merenungkan itu juga berarti membayangkannya. Itu artinya saudara harus membayangkan
hal-hal yang saudara tidak dapat lihat. Apa yang saudara lihat itu bersifat
sementara, apa yang tidak dapat saudara lihat adalah kekal. Saudara harus
merenungkan kata-kata-Nya. Saudara harus merenungkan kepada kebaikan dan karakter
Tuhan. Saudara harus melakukan semua hal tersebut yang bersifat murni dan
mulia. Saudara harus merenungkan sasaran dan visi saudara. Saudara harus merenungkan
semua hal tersebut sampai terjadi. Apakah iman? Pengharapan dari keyakinan
akan hal-hal yang saudara tidak dapat lihat. Untuk merenungkan juga berarti
menerima firman Tuhan secara pribadi di dalam hati saudara dan menerapkannya
di dalam situasi saudara sendiri.
Sewaktu saudara mengaktifkan firman Tuhan, iblis tidak menyukainya karena
ia tidak mau saudara menerima janji-janji Tuhan. Si Iblis mencoba untuk mengecilkan
iman saudara dengan membuat saudara berpusat pada musuh atau problema saudara.
Di saat iman saudara goncang, maka pada saat itu pula Firman akan tercabut
keluar dari hati saudara, dan sewaktu Firman itu mengalir keluar dari hati
saudara, saudara akan mulai meragukan firman Tuhan. Sewaktu saudara mulai
meragukan Firman, saudara akan kehilangan kemakmuran yang adalah milik saudara.
Kita harus berdoa dan berdiri teguh di atas firman Tuhan.
Jika saudara membaca Alkitab seperti sebuah buku sejarah, buatlah suatu perubahan
dan mulai melihatnya sebagai Tuhan yang berbicara secara langsung kepada saudara.
Sewaktu saudara membaca Firman lakukan dengan hormat dan dengan tekun. Saudara
harus tahu bahwa Tuhanlah yang sedang berbicara kepada saudara. Jangan membacanya
ketika saudara sedang mengantuk. Kadangkala beberapa orang melakukannya dalam
keadaan demikian. Banyak orang yang merasa ngantuk sewaktu membaca Alkitab.
Tetapi saat mereka membaca majalah atau novel dan sebagainya, mata mereka
dapat terbuka lebar. Alkitab berkata bahwa ilah dari dunia ini telah membutakan
mata mereka (2 Korintus 4:4). Iblis mau membutakan mata saudara karena ia
tidak mau saudara mengetahui kebenaran. Ia tahu bahwa pada saat saudara mengetahui
kebenaran, maka saudara akan memiliki sukacita dan dia tidak dapat mencuri
sukacita dalam hati saudara. Ia mau membutakan mata saudara supaya saudara
tidak dapat mengetahui pewahyuan yang dari Tuhan. Sewaktu saudara mengetahui
pewahyuan akan Tuhan, saudara akan diterangi . Sekarang saudara mempunyai
kuasa dan Iblis akan takut terhadap kuasa tersebut. Iblis tidak merasa takut
terhadap saudara ataupun saya, tetapi ia takut terhadap Firman yang ada di
dalam kita. Karena itu, ia akan mencoba dengan usahanya yang terbaik untuk
menjauhkan Firman tersebut dari kita. Namun, sewaktu kita mendengar firman
Tuhan dan gagal untuk merenungkannya ataupun memasukkannya ke dalam daging
kita maka Iblis akan datang dan mengambil Firman tersebut keluar dari diri
kita.
Ambillah waktu untuk merenungkan firman Tuhan, pikirkanlah dan cernalah.
Resapilah secara pribadi sehingga Firman itu bukan di pikiran saja tetapi
juga di hati sehingga mendorong saudara untuk melakukannya.
Langkah ketiga dan langkah akhir dari formula kesuksesan dari Tuhan membutuhkan
tindakan, “supaya engkau bertindak sesuai dengan segala sesuatu yang
tertulis di dalamnya.”
Kita harus menaati secara berhati-hati dan melakukan apa yang sudah tertulis.
Sewaktu saudara menaati Tuhan dengan lapang dada, saudara akan memiliki kemakmuran
dan keberhasilan didalam kehidupan.
Kita harus bertindak seakan-akan Firman yang sedang kita ucapkan dan renungkan
itu adalah benar walaupun keadaannya terlihat bertolak belakang. Saudara dapat
mengatakan bahwa keadaannya adalah cukup buruk, bagaimana mungkin ada orang
yang mengharapkan kita untuk menjadi makmur? Percaya kepada apa yang Firman
katakan, meskipun apa yang saudara lihat dan rasakan itu berbeda. Iman tidak
perduli dengan tanda-tanda yang ada, apa yang saudara lihat maupun yang saudara
rasakan. Jangan melakukan dengan apa yang saudara lihat dan rasakan tetapi
lakukanlah sesuai dengan firman Tuhan dan iman yang saudara miliki di dalam
Tuhan. Tuhan berkata di dalam firman-Nya agar kita berjalan di dalam iman
dan Roh Tuhan, bukan dengan penglihatan kita. Firman berkata untuk merenungkan
firman Tuhan sedemikian banyaknya sehingga walaupun keadaannya terlihat buruk,
kita akan tetap percaya kepada Tuhan. Siapakah Tuhan kita? Ia adalah Tuhan
yang memenuhi seluruh kebutuhan kita menurut kemuliaan dan kekayaan-Nya. Ia
memenuhi kebutuhan kita dan tidak ada orang lain lagi yang melakukannya.
Markus 11:22-24
22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!
23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini:
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi
baginya.
24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah
bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Sewaktu Goliat berhadapan dengan Daud, apakah yang dilakukan Daud? Ia berkata,
“Aku datang di dalam nama Tuhan. Bagaimana mungkin engkau mencemoohkan
nama Allahku?” Daud datang dengan sebuah pengumban dan sebuah batu dan
ia datang dengan keberanian dan iman. Ia datang dengan sebuah batu, yaitu
Firman dan sebuah pengumban yaitu lidah kita. Saudara harus mengumban batu
tersebut, yaitu mengucapkan Firman dengan lidah dan mulut saudara. Ucapkanlah
Firman kepada gunung itu sehingga gunung tersebut akan runtuh di hadapan saudara.
Itulah apa yang dilakukan Daud. Ia tidak menggunakan apapun kecuali pengumban
dan batu. Jika ia hanya memiliki batu, dapatkah ia menggunakan batu tersebut,
dapatkah ia menggunakan Firman tersebut? Tidak! Sewaktu saudara memiliki Firman
di dalam hati saudara dan pengumban yang adalah mulut saudara, bibir dan lidah
yang Tuhan telah berikan kepada saudara, maka Tuhan berkata kepada saudara
pada hari ini untuk mengumban Firman tersebut kepada gunung dan meruntuhkan
gunung tersebut di hadapan saudara. Ada kuasa di dalam nama-Nya. Itulah apa
yang dikatakan Tuhan kepada saudara. Umbankanlah Firman keluar dari mulut
saudara sehingga Iblis tidak dapat berdiri di hadapan saudara. Itu adalah
kebenaran yang sangat penting yang Tuhan telah wahyukan di dalam Firman-Nya.
Tuhan telah memberikan saudara kuasa untuk mengalahkan situasi saudara.
Saudara harus percaya bahwa saudara telah menerima mujizat yang saudara butuhkan.
Saudara harus membayangkan apapun yang telah saudara percayai didalam Tuhan
itu telah berada di “rumah” saudara. Iblis akan berusaha mengaburkan
visi saudara dan membuat keraguan melalui pemikiran yang negatif. Tetapi,
jika saudara mengikuti instruksi Tuhan, bagaimanakah saudara akan bertindak?
Apakah saudara akan berjalan ke sana ke mari dengan tertekan dan tidak ada
sukacita? Apakah saudara akan tetap berdiri bersandar pada tangan saudara
khawatir dengan apa yang akan terjadi, sewaktu janji Allah tersebut telah
berada di sana? Tidak! Saudara tidak akan melakukan hal tersebut saat saudara
mengenal siapa Allah saudara. Ia akan memberikan saudara air bahkan di tengah-tengah
padang pasir. Apakah yang saudara inginkan lebih lagi?
Saudara akan bersukacita dan memuji Tuhan atas jawaban doa saudara. Saudara
harus bertindak seakan-akan saudara telah menerimanya. Disinilah dimana banyak
orang kecolongan. Mereka tahu bahwa firman Tuhan itu bekerja tetapi mereka
gagal untuk bertindak berdasarkan Firman. Bukanlah apa yang saudara ketahui
yang akan membawa saudara kemenangan melainkan apa yang saudara lakukan. Saudara
dapat berjalan di dalam iman terus menerus sebegitu seringnya dan mengalami
keberhasilan besar, tetapi sekali saudara lalai untuk bertindak di atas firman
Tuhan, maka saudara akan gagal. Meskipun saudara dapat memiliki kemenangan
sebanyak tujuh kali karena saudara bertindak di atas firman Tuhan, tapi pada
kesempatan yang kedelapan, saudara gagal bertindak di atas Firman, maka saudara
tidak menerima terobosan saudara sepenuhnya. Walaupun kemenangan-kemenangan
di masa lalu saudara adalah sesuatu yang indah, tetapi apa yang saudara lakukan
pada hari inilah yang akan diperhitungkan. Hari ini saya akan bertindak di
atas firman Tuhan dan apa yang saya lakukan pada hari ini adalah untuk menentukan
masa depan dan hari esok saya.
Kita bahkan dapat melihat dari Yosua 1:3 apa yang telah Tuhan katakan kepada
Yosua mengenai hal penaklukan tanah perjanjian. Ia berkata di manapun Yosua
menjejakkan kakinya, maka Tuhan akan memberikan tanah tersebut kepadanya.
Tuhan membutuhkan tindakan Yosua. Saudara perlu melangkah keluar ke tanah
tersebut untuk menerima warisan saudara. Untuk menerima berkat, memiliki kesuksesan
dan semua janji-janji Tuhan, saudara harus melangkah dengan iman. Saudara
harus menaati firman-Nya. Jika Yosua tidak mengambil tindakan ataupun melangkah
keluar ke tanah tersebut, maka ia tidak akan memperoleh warisannya. Demikian
juga dengan kita.
|
 |
|
 |
|
 |